BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Radar (yang dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan
penjarakan radio) adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna
untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti pesawat
terbang, berbagai kendaraan bermotor dan informasi cuaca (hujan).
Orang yang pertama kali menguji
hipotesis Maxwall mengenai gelombang elektromagnetik adalah Heinrich Hertz,
pada tahun 1887 (Foster, 2004). Percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Hertz
memberikan definisi gelombang elektromagnetik. Supriyono (2006) menyatakan
bahwa “gelombang elektromagnetik terdiri atas medan magnetik dan medan listrik
yang berubah secara periodik dan serempak, dengan arah getar tegak lurus satu
sama lain, dan masing-masing medan tegak lurus arah rambat gelombang”.Istilah
radar (yang dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and
Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) pertama kali
digunakan pada tahun 1941, menggantikan istilah dari singkatan Inggris RDF
(Radio Directon Finding), namun perkembangan radar itu sendiri sudah mulai
banyak dikembangkan sebelum Perang Dunia II oleh ilmuwan dari Amerika, Jerman,
Prancis dan Inggris. Dari sekian banyak ilmuwan, yang paling berperan penting
dalam pengembangan radar adalah Robert Watson-Watt asal Skotlandia, yang mulai
melakukan penelitiannya mengenai cikal bakal radar pada tahun 1915. Di tahun
1920-an, ia bergabung dengan bagian radio National Physical Laboratory. Di
tempat ini, ia mempelajari dan mengembangkan peralatan navigasi dan juga menara
radio. Watson-Watt menjadi salah satu orang yang ditunjuk dan diberikan
kebebasan penuh oleh Kementrian Udara dan Kementrian Produksi Pesawat Terbang
untuk mengembangkan radar. Watson-Watt kemudian menciptakan radar yang dapat
mendeteksi pesawat terbang yang sedang mendekat dari jarak 40 mil (sekitar 64
km). Dua tahun berikutnya, Inggris memiliki jaringan stasiun radar yang
berfungsi untuk melindungi pantainya.
Pada awalnya, radar memiliki
kekurangan, yakni gelombang elektromagnetik yang dipancarkannya terpancar di
dalam gelombang yang tidak terputus-putus. Hal ini menyebabkan radar mampu
mendeteksi kehadiran suatu benda, namun tidak pada lokasi yang tepat. Terobosan
pun akhirnya terjadi di tahun 1936 dengan pengembangan radar berdenyut
(pulsed). Dengan radar ini, sinyal diputus secara berirama sehingga
memungkinkan untuk mengukur antara gema untuk mengetahui kecepatan dan arah
yang tepat mengenai target.Sementara itu, terobosan yang paling signifikan
terjadi di tahun 1939 dengan ditemukannya pemancar gelombang mikro berkekuatan
tinggi yang disempurnakan.
Keunggulan dari pemancar ini adalah
ketepatannya dalam mendeteksi keberadaan sasaran, tidak peduli dalam keadaan
cuaca apapun. Keunggulan lainnya adalah bahwa gelombang ini dapat ditangkap
menggunakan antena yang lebih kecil, sehingga radar dapat dipasang di pesawat
terbang dan benda-benda lainnya. Hal ini yang pada akhirnya membuat Inggris
menjadi lebih unggul dibandingkan negara-negara lainnya di dunia. Di
tahun-tahun berikutnya, sistem radar berkembang lebih pesat lagi, baik dalam
hal tingkat resolusi dan portabilitas yang lebih tinggi, maupun dalam hal
peningkatan kemampuan sistem radar itu sendiri sebagai pertahanan militer.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah
pengertian dari radar?
2.
Apa saja
jenis-jenis gelombang radar?
3.
Bagaimana
sistem kerja gelombang radar?
4.
Apa manfaat
radar dalam bidang militer?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian dari radar
2. Untuk
mengetahui jenis-jenis gelombang radar
3. Untuk
mengetahui bagaimana sistem kerja gelombang radar
4. Untuk
mengetahui manfaat radar dalam bidang militer
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Radar
Istilah radar (yang dalam bahasa
Inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti
deteksi dan penjarakan radio) pertama kali digunakan pada tahun 1941,
menggantikan istilah dari singkatan Inggris RDF (Radio Directon Finding), Radar kependekan dari radio detection and ranging.
Radar merupakan sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk
mendeteksi, mengukur jarak, dan membuat map benda-benda seperti pesawat
terbang, kendaraan bermotor, dan informasi cuaca atau hujan. Gelombang radio
atau sinyal yang dipancarkan dari suatu benda dapat ditangkap oleh radar
kemudian dianalisa untuk mengetahui lokasi dan bahkan jenis benda tersebut.
Walaupun sinyal yang diterima relatif lemah, namun radar dapat dengan
mudah mendeteksi dan memperkuat sinyal tersebut.namun perkembangan radar
itu sendiri sudah mulai banyak dikembangkan sebelum Perang Dunia II oleh
ilmuwan dari Amerika, Jerman, Prancis dan Inggris. Dari sekian banyak ilmuwan,
yang paling berperan penting dalam pengembangan radar adalah Robert Watson-Watt
asal Skotlandia, yang mulai melakukan penelitiannya mengenai cikal bakal radar
pada tahun 1915. Di tahun 1920-an, ia bergabung dengan bagian radio National
Physical Laboratory. Di tempat ini, ia mempelajari dan mengembangkan peralatan
navigasi dan juga menara radio. Watson-Watt menjadi salah satu orang yang
ditunjuk dan diberikan kebebasan penuh oleh Kementrian Udara dan Kementrian
Produksi Pesawat Terbang untuk mengembangkan radar. Watson-Watt kemudian
menciptakan radar yang dapat mendeteksi pesawat terbang yang sedang mendekat
dari jarak 40 mil (sekitar 64 km). Dua tahun berikutnya, Inggris memiliki
jaringan stasiun radar yang berfungsi untuk melindungi pantainya.
B.
Jenis-jenis Gelombang Radar
Berdasarkan bentuk gelombang (Waveform), radar dibedakan menjadi:
1. Doppler Radar
Doppler radar merupakan jenis radar
yang mengukur kecepatan radial dari sebuah objek yang masuk ke dalam daerah
tangkapan radar dengan menggunakan Efek Doppler. Hal ini dilakukan dengan
memancarkan sinyal microwave (gelombang mikro) ke objek lalu menangkap
refleksinya, dan kemudian dianalisis perubahannya. Doppler radar merupakan
jenis radar yang sangat akurat dalam mengukur kecepatan radial. Contoh Doppler
radar adalah Weather Radar yang digunakan untuk mendeteksi cuaca.
2.
Bistatic Radar
Bistatic radar merupakan suatu jenis sistem radar yang komponennya terdiri
dari pemancar sinyal (transmitter) dan penerima sinyal (receiver), di mana
kedua komponen tersebut terpisah. Kedua komponen itu dipisahkan oleh suatu jarak
yang dapat dibandingkan dengan jarak target/objek. Objek dapat dideteksi
berdasarkan sinyal yang dipantulkan oleh objek tersebut ke pusat antena. Contoh
Bistatic radar adalah Passive radar. Passive radar adalah sistem radar yang
mendeteksi dan melacak objek dengan proses refleksi dari sumber non-kooperatif
pencahayaan di lingkungan, seperti penyiaran komersial dan sinyal komunikasi.
C.Sistem Kerja Radar
Gelombang mikro
juga dimanfaatkan pada pesawat RADAR(Radio Detection and Ranging).
RADAR berarti mencari dan menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan
gelombang mikro (gelombang dengan frekuensi sekitar 1010 Hz).
Pesawat radar memanfaatkan sifat pemantulan gelombang mikro. Antena radar
bertindak sebagai pemancar dan penerima gelombang. Sebuah antena memancarkan
seberkas sinar tipis gelombang mikro dalam bentuk pulsa – pulsa pendek. Karena
panjang gelombangnya hanya beberapa sentimeter, gelombang dengan mudah dapat
dipantulkan oleh benda-benda dengan ukuran beberapa meter, seperti mobil,
pesawat terbang, atau roket. Jika pulsa tadi mengenai benda (misal, pesawat
terbang), sebagian pulsa pantulan akan diterima kembali oleh antena radar.
Karena cepat rambat gelombang elektromagnetik c = 3x108
m/s, dengan mengamati selang waktu antara pemancaran dan penerimaan, misalnya Δt,
kita dapat mengetahui jarak benda s
yang ditangkap oleh radar yang diberikan oleh :

Jarak
benda yang ditangkap oleh RADAR, angka pembagi 2 timbul karena pulsa gelombang
harus menempuh jarak s
pergi-pulang.
Ada tiga
komponen utama yang tersusun di dalam sistem radar, yaitu antena, transmitter
(pemancar sinyal) dan receiver (penerima sinyal) .
1. Antena Radar
Antena yang terletak pada radar merupakan suatu antena reflektor berbentuk
piring parabola yang menyebarkan energi elektromagnetik dari titik fokusnya dan
dipantulkan melalui permukaan yang berbentuk parabola. Antena radar memiliki du
akutub (dwikutub). Input sinyal yang masuk dijabarkan dalam bentuk phased-array
(bertingkat atau bertahap). Ini merupakan sebaran unsur-unsur objek yang
tertangkap antena dan kemudian diteruskan ke pusat sistem RADAR.
2. Pemancar Sinyal (transmitter)
Pada sistem radar, pemancar sinyal (transmitter) berfungsi untuk
memancarkan gelombang elektromagnetik melalui reflektor antena. Hal ini
dilakukan agar sinyal objek yang berada didaerah tangkapan radar dapat
dikenali. Pada umumnya, transmitter memiliki bandwidth dengan kapasitas yang
besar. Transmitter juga memiliki tenaga yang cukup kuat, efisien,bisa
dipercaya, ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, serta mudah
dalam hal perawatannya.
3.
Penerima Sinyal (receiver)
Pada sistem radar, penerima sinyal
(receiver) berfungsi sebagai penerima kembali pantulan gelombang
elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap oleh radar melalui reflektor
antena. Pada umumnya, receiver memiliki kemampuan untuk menyaring sinyal yang
diterimanya agar sesuai dengan pendeteksian yang diinginkan, dapat memperkuat
sinyal objek yang lemah dan meneruskan sinyal objek tersebut ke pemroses data
dan sinyal (signal and data processor), dan kemudian menampilkan gambarnya di
layar monitor (display).
Selain tiga
komponen di atas, sistem radar juga terdiri dari beberapa komponen pendukung
lainnya, yaitu
- Waveguide, berfungsi sebagai penghubung antara antena dan transmitter.
- Duplexer, berfungsi sebagai tempat pertukaran atau peralihan antara antena dan penerima atau pemancar sinyal ketika antena digunakan dalam kedua situati tersebut.
- Software, merupakan suatu bagian elektronik yang berfungsi mengontrol kerja seluruh perangkat dan antena ketika melakukan tugasnya masing-masing.
Radar
beroperasi dengan cara menyebarkan tenaga elektromagnetik terbatas di dalam
piringan antena. Tujuannya adalah untuk menangkap sinyal dari benda yang
melintas di daerah tangkapan antena yang bersudut 20o – 40o.
Ketika ada benda yang masuk ke dalam daerah tangkapan antena tersebut, maka
sinyal dari benda tersebut akan ditangkap dan diteruskan ke pusat sitem radar
untuk kemudian diproses sehingga benda tersebut nantinya akan tampak dalam
layar monitor/display.
Kode huruf untuk berbagai pita (bands) yang aslinya dipilih dengan sewenang-wenang
oleh militer untuk meyakinkan keamanan ketika tahap awal perkembangan teknologi
radar. Mereka terus-menerus didalam penggunaannya sebagai masalah konvini
(kepercayaan). Kebanyakan imaging radar dioperasi pada frekuensi antara 1.25
dan 35.2 GHz (24 cm – 0.8 cm). Panjang gelombang sinyal radar menentukan luas yang
mana gelombang mikro dilemahkan dan/atau dibubarkan oleh atmosfir. Atmosferik
yang serius (serious atmospheric) adalah typically confined dengan panjang
gelombang yang lebih pendek, kurang dari 3 cm. Bahkan pada wavelength ini
didalam banyak kondisi operasi normal, maka atmosfir hanya slightly (sedikit)
melemahkan sinyal.
Berikut merupakan tahapan
kerja Gelombang Radar.
1.
Sensor memancarkan gelombang elektromagnetik ke
target dan diterima kembali oleh sensor untuk menentukan jarak (S).
2.
Pada permukaan bumi, pulsa gelombang radar
dipancarkan ke segala arah, sebagian pantulannya diterima kembali oleh sensor.
Intensitas dari gelombang pantulan ini sangat lemah dibandingkan ketika
dipancarkan.
D. Manfaat
Radar dalam Bidang Militer
1. Airborne
Early Warning (AEW), merupakan sebuah sistem radar yang berfungsi untuk
mendeteksi posisi dan keberadaan pesawat terbang lain. Sistem radar
ini biasanya dimanfaatkan untuk pertahanan dan penyerangan udara dalam dunia
militer.
2. Radar
pemandu peluru kendali, biasa
digunakan oleh sejumlah pesawat tempur untuk mencapai sasaran/target
penembakan. Salah satu pesawat yang menggunakan jenis radar ini adalah pesawat
tempur Amerika Serikat F-14. Dengan memasang radar ini pada peluru kendali
udara (AIM-54 Phoenix), maka peluru kendali yang ditembakkan ke udara itu (air-to-air
missile) diharapkan dapat mencapai sasarannya dengan tepat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan makalah yang kami buat dapat disimpulkan bahwa:
1.
Radar (Radio
Detection and Rangingmerupakan sistem gelombang
elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak, dan membuat
map benda-benda seperti pesawat terbang, kendaraan bermotor, dan informasi
cuaca atau hujan.
2.
Pada radar, gelombang elektromagnetik yang
dipancarkannya terpancar di dalam gelombang yang tidak terputus-putus. Hal ini
menyebabkan radar mampu mendeteksi kehadiran suatu benda, namun tidak pada
lokasi yang tepat.
3.
Keunggulan dari radar adalah ketepatannya dalam
mendeteksi keberadaan sasaran, tidak peduli dalam keadaan cuaca apapun.
Keunggulan lainnya adalah bahwa gelombang ini dapat ditangkap menggunakan
antena yang lebih kecil, sehingga radar dapat dipasang di pesawat terbang dan
benda-benda lainnya.
4.
Berdasarkan bentuk gelombang (waveform), radar dibedakan menjadi Doppler
radar (jenis radar yang mengukur kecepatan radial dari sebuah objek yang masuk
ke dalam daerah tangkapan radar dengan menggunakan Efek Doppler) dan Bistatic
radar (jenis sistem radar yang komponennya terdiri dari pemancar sinyal
(transmitter) dan penerima sinyal (receiver)).
5.
Radar beroperasi dengan cara menyebarkan
tenaga elektromagnetik terbatas di dalam piringan antena, untuk menangkap
sinyal dari benda yang melintas di daerah tangkapan antena yang bersudut 20o
– 40o. Ketika ada benda yang masuk ke dalam daerah tangkapan antena
tersebut, maka sinyal dari benda tersebut akan ditangkap dan diteruskan ke
pusat sitem radar untuk kemudian diproses sehingga benda tersebut nantinya akan
tampak dalam layar monitor/display.
6.
Dalam dunia militer radar memiliki
manfaat untuk mendeteksi posisi dan keberadaan pesawat terbang lain dan sebagai
radar pemandu peluru kendali, yang
biasa digunakan oleh sejumlah pesawat tempur untuk mencapai sasaran/target
penembakan.
B. Saran
Harapannya
para pembaca yang membaca makalah ini dapat mengerti dan memahami isi materi
yang kami sampaikan dan bermanfaat dalam ilmu pengetahuan baik secara materi
maupun praktek.